Diberdayakan oleh Blogger.

TopMenu

Like Us On Facebook

Kamis, 30 Januari 2014

Siapa pemilik mobil pertama di Indonesia?

Siapa pemilik mobil pertama di Indonesia? Ada yang
tahu? Orang Indonesia pertama yang tercatat sebagai
pemilik mobil adalah Sunan Solo, pada tahun 1894.
Mobilnya bermerk Benz, tipe Carl Benz, beroda empat.
Diperlukan waktu satu tahun persiapan
pembuatannya, karena tipe ini memiliki banyak variasi
sesuai dengan pesanan Sunan. John.C.Potter seorang
penjual mobil mendapat kepercayaan untuk mengurusi
pengirimannya dari Eropa. Tahun 1907 salah seorang
keluarga raja lain di Solo, Kanjeng Raden
Sosrodiningrat membeli sebuah mobil merk Daimler.
Mobil merk ini memang tergolong mobil mahal dan
hanya dimiliki oleh orang-orang berkedudukan tinggi.
Mobil ini bekerja dengan empat silinder sama dengan
kendaraan yang dipakai oleh Gubernur Jenderal di
Batavia. Malahan ada kabar burung, bahwa dibelinya
mobil Daimler tersebut oleh keluarga Sunan Solo,
disebabkan karena Sunan tidak mau kalah gengsi
dengan Gubernur Jenderal. Sebelumnya, ketika
Gubernur masih menggunakan mobil merk Fiat atau
sebuah kereta yang ditarik dengan 40 ekor kuda, tidak
seorang pun berani menyainginya. Tetapi tiba-tiba
saja Sunan Solo memesan mobil dari pabrik dan merk
yang sama, Kanjeng Raden Sosrodiningrat memesan
mobil Daimlernya lewat Prottel & Co.
Orang Indonesia lainnya yang juga dari keluarga
kesultanan yang memiliki mobil pribadi ialah Sultan
Ternate pada tahun 1913. Keinginannya untuk
memiliki dan mengendarai sendiri 'kereta setan',
setelah merasakan nikmatnya duduk di kendaraan
merk King Dick yang dibawa oleh seorang Belanda
dalam perjalanan keliling Maluku.
Sultan begitu terkesan dan langsung memesan sebuah
mobil yang disesuaikan dengan kondisi daerahnya,
tidak seperti King Dick yang beroda tiga, tetapi Sultan
Ternate menginginkan kendaraan roda empat yang
bisa dibawa kemana saja bila ia inginkan. Ada juga
orang Indonesia yang lain, sebagai pemilik mobil
pertama untuk daerahnya, di Pekalongan. Unik Baca
Namanya Raden Mas Ario Tjondro, Bupati Berebes. Di
tahun 1904 mobilnya sudah kelihatan mondar-mandir
di kotanya. Mobilnya merk Orient Backboard, mobil ini
dilengkapi dengan persneling maju dan mundur. Tetapi
hanya memiliki satu silinder dan berkekuatan delapan
PK, serta menggunakan tenaga rantai untuk
menggerakan roda-rodanya.
Ramainya pasar jual-beli mobil, menggugah minat
para pengusaha kuat untuk bertindak sebagai importir
mobil. Gagasan untuk terjun ke dalam dunia dagang
sektor impor kurun waktu itu memang masih sangat
langka. Disamping belum adanya kepastian hukum,
juga semangat beli masih bisa dihitung dengan jari.
Maka bermunculanlah perusahan-perusahaan baru
yang menjanjikan jasa kepengurusan pengiriman mobil
dari negeri asal. Baik dari Eropa maupun dari Amerika.
Namun hanya ada beberapa nama saja yang bisa
bertahan sampai tahun-tahun menjelang Perang
Dunia ke II. Diantara mereka adalah R.S Stockvis &
Zonnen Ltd, yang tidak saja mengurus pesanan mobil-
mobil Eropa maupun Amerika tetapi juga menyediakan
suku-suku cadang lain yang diperlukan untuk mobil
dan motor. Juga nama Verwey & Lugard dan
Velodrome yang berkantor pusat di Surabaya. Unik
Baca
Nama-nama lain yang kurang menerima pesanan
impor seperti pemilik mobil O'herne yang juga memiliki
mobil Peugeot juga akhirnya berminat menjadi
perantara importir mobil seperti merk yang dimilikinya.
Juga nama H.Jonkhoff yang berangkat dari
pengusaha Piano kemudian menanamkan modalnya
untuk bertindak sebagai agen impor mobil dari
Amerika seperti merk Ford, Studebaker dan mobil-
mobil keluaran Jerman, Darraq, Benz, Brasier, Berliet
dan lainnya. Ada juga usaha untuk mendatangkan
mobil-mobil Italia dan Perancis yang pada saat itu di
Batavia kurang mendapat pasaran.
Namun ternyata, setelah ditangani dengan publikasi/
promosi yang baik produksi kedua negara tersebut jadi
banyak dibeli, terutama mobil merk Fiat yang mungil
bentuknya namun bertenaga besar. Cabang para
importir mobil tersebut bukan hanya di Batavia dan
Surabaya, tetapi ada juga di Semarang, Bandung,
Medan dan kota lainnya. Mobil Tempo Dulu

Sumber

Ditulis Oleh : Unknown // 10.02
Kategori:

0 comments:

Posting Komentar