Diberdayakan oleh Blogger.

TopMenu

Like Us On Facebook

Jumat, 14 Februari 2014

Pemanfaatan Abu vulkanik

Abu vulkanik, sering disebut
juga pasir vulkanik atau jatuhan piroklastik adalah bahan
material vulkanik jatuhan yang disemburkan ke udara saat terjadi
suatu letusan, terdiri dari batuan berukuran besar sampai
berukuran halus. Batuan yang berukuran besar (bongkah -
kerikil) biasanya jatuh disekitar kawah sampai radius 5 – 7 km
dari kawah, dan yang berukuran halus dapat jatuh pada jarak
mencapai ratusan km bahkan ribuan km dari kawah karena dapat
terpengaruh oleh adanya hembusan angin. Sebagai contoh
letusan G. Krakatau tahun 1883 dapat mengitari bumi berhari-
hari, juga letusan G. Galunggung tahun 1982 dapat
mencapai Australia .
Selain itu abu vulkanik bisa mematikan hama tanaman, karena
memiliki zat mikro yang bisa membunuh hama. "Selain bisa
menyuburkan tanah, juga bisa membasmi hama, dengan dengan
demikian abu vulkanik sangat bermanfaat
Tingkat keasaman
Sementara itu, ada beberapa pendapat tentang tingkat keasaman
abu vulkanik ini. Ada yang mengatakan abu vulkanik ini bersifat
asam dan ada juga yang menyatakan dapat meningkatkan pH
tanah. Tapi merujuk pada mitos yang menyebutkan tanah di
sekitar Gunung Merapi sangat subur, sepertinya pendapat yang
menyatakan abu vulkanik dapat mengasamkan tidaklah benar.
Beberapa sumber informasi menyatakan, abu vulkanik
mengandung sulfur dan silica. Jika ini benar, abu vulkanik bisa
berfungsi sebagai pemasok unsur hara tanaman. Ada juga
pendapat abu vulkanik mengandung Cu dan Fe yang yang
berfungsi sebagai mikroelemen.
Jika dilihat dari sifat fisiknya abu hasil pembakaran yang
mempunyai sifat seperti batuan zeolit dan arang berfungsi
sebagai penambat unsur hara dalam tanah sehingga tidak
mudah tercuci oleh air. Abu vulkanik juga akan mempermudah
penyerapan unsur hara oleh akar tanaman.
Jika kita mengacu pada pemikiran di atas dapat disimpulkan
letusan gunung berapi yang menimbulkan hujan abu vulkanik
akan membawa berkah bagi para petani. Abu vulkanik akan
menjadi sumber unsur hara bagi tanaman dan meningkatkan pH
tanah yang cenderung asam. walaupun memang hujan abu juga
akan menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan manusia.
Kesuburan Tanah Vulkanis
Tanah vulkanis dibentuk dengan tambahan abu vulkanik dari
gunung berapi yang meletus. Abu vulkanik merupakan hasil dari
peleburan dan pembakaran bahan-bahan mineral. Lapisan tanah
yang dilapisi abu tersebut kemudian menjadi sangat kaya
mineral dan bisa menumbuhkan aneka tanaman dengan baik
tanpa memerlukan tambahan pupuk. Namun, jika tanah vulkanis
diberi tambahan pupuk organik atau kotoran hewan, kondisinya
akan semakin prima.
Tidak mengherankan jika banyak orang yang tetap memilih
untuk tinggal di sekitar gunung berapi. Meskipun letusan
gunung berapi sangat menakutkan dan membahayakan,
manfaatnya sangat banyak, salah satunya menyuburkan tanah
sehingga penduduk bisa menjadikan lahan-lahan di lerengnya
sebagai lokasi pertanian yang menjanjikan.
Daerah-daerah pertanian yang diusahakan di wilayah bertanah
vulkanis banyak terdapat di Indonesia, yang memang memiliki
banyak gunung berapi aktif, di antaranya di bagian utara Pulau
Jawa, Sumatera, Bali, Lombok, Halmahera, Sulawesi, dan lain-
lain. Pulau Jawa dan Sumatera yang memiliki lebih banyak
gunung berapi dari daerah lain otomatis memiliki lahan-lahan
vulkanis yang paling luas.

Sumber

Ditulis Oleh : Unknown // 20.15
Kategori:

1 comments:

  1. kalo dilihat lebih jauh, ternyata bentuk abunya mengerikan ya? bisa merusak pernafasan karena bentuknya seperti itu, namun sip juga kegunaannya banyak terutama untuk kesuburan tanah

    BalasHapus