Dahulu Pulau Jawa dikenal dengan nama
JawaDwipa. JawaDwipa berasal dari bahasa
Sanskerta yang berarti "Pulau Padi" dan disebut
dalam epik Hindu Ramayana. Epik itu mengatakan
"Jawadwipa, dihiasi tujuh kerajaan, Pulau Emas
dan perak, kaya dengan tambang emas ", sebagai
salah satu bagian paling jauh di bumi. Ahli geografi
Yunani, Ptolomeus juga menulis tentang adanya
“negeri Emas” dan “negeri Perak” dan pulau-
pulau, antara lain pulau “”Iabadiu” yang berarti
“Pulau Padi”.
Ptolomeus menyebutkan di ujung barat Iabadiou
(Jawadwipa) terletak Argyre (kotaperak). Kota
Perak itu kemungkinan besar adalah kerajaan
Sunda kuno, Salakanagara yang terletak di barat
Pulau Jawa. Salakanagara dalam sejarah Sunda
(Wangsakerta) disebut juga Rajatapura. Salaka
diartikan perak sedangkan nagara sama dengan
kota, sehingga Salakanagara banyak ditafsirkan
sebagai Kota perak.
Di Pulau Jawa ini juga berdiri kerajaan besar
Majapahit. Majapahit tercatat sebagai kerajaan
terbesar di Nusantara yang berhasil menyatukan
kepulauan Nusantara meliputi Sumatra,
semenanjung Malaya, Borneo, Sulawesi, kepulauan
Nusa Tenggara, Maluku, Papua, dan sebagian
kepulauan Filipina. Dalam catatan Wang Ta-yuan,
komoditas ekspor Jawa pada saat itu ialah lada,
garam, kain, dan burung kakak tua. Mata uangnya
dibuat dari campuran perak, timah putih, timah
hitam, dan tembaga. Selain itu, catatan kunjungan
biarawan Roma tahun 1321, Odorico da Pordenone,
menyebutkan bahwa istana Raja Jawa penuh
dengan perhiasan emas, perak, dan permata.
Menurut banyak pakar, pulau tersubur di dunia
adalah Pulau Jawa. Hal ini masuk akal, karena
Pulau Jawa mempunyai konsentrasi gunung berapi
yang sangat tinggi. Banyak gunung berapi aktif di
Pulau Jawa. Gunung inilah yang menyebabkan
tanah Pulau Jawa sangat subur dengan kandungan
nutrisi yang di perlukan oleh tanaman.
Raffles pengarang buku The History of Java
merasa takjub pada kesuburan alam Jawa yang
tiada tandingnya di belahan bumi mana pun.
“Apabila seluruh tanah yang ada dimanfaatkan,”
demikian tulisnya, “bisa dipastikan tidak ada
wilayah di dunia ini yang bisa menandingi
kuantitas, kualitas, dan variasi tanaman yang
dihasilkan pulau ini.”
Kini pulau Jawa memasok 53 persen dari
kebutuhan pangan Indonesia. Pertanian padi
banyak terdapat di Pulau Jawa karena memiliki
kesuburan yang luar biasa. Pulau Jawa dikatakan
sebagai lumbung beras Indonesia. Jawa juga
terkenal dengan kopinya yang disebut kopi Jawa.
Curah hujan dan tingkat keasaman tanah di Jawa
sangat pas untuk budidaya kopi. Jauh lebih baik
dari kopi Amerika Latin ataupun Afrika.
Hasil pertanian pangan lainnya berupa sayur-
sayuran dan buah-buahan juga benyak terdapat di
Jawa, misalnya kacang tanah, kacang hijau, daun
bawang, bawang merah, kentang, kubis, lobak,
petsai, kacang panjang, wortel, buncis, bayam,
ketimun, cabe, terong, labu siam, kacang merah,
tomat, alpokat, jeruk, durian, duku, jambu biji,
jambu air, jambu bol, nenas, mangga, pepaya,
pisang, sawo, salak,apel, anggur serta rambutan.
Bahkan di Jawa kini dicoba untuk ditanam gandum
dan pohon kurma. Bukan tidak mungkin jika lahan
di Pulau Jawa dipakai dan diolah secara maksimal
untuk pertanian maka Pulau Jawa bisa sangat
kaya hanya dari hasil pertanian.
Home » tempo doeloe » Pulau Jawa yang terkenal pada masa Yunani dan Romawi Kuno
Senin, 03 Februari 2014
Pulau Jawa yang terkenal pada masa Yunani dan Romawi Kuno
lainnya dari cinta indonesia, tempo doeloe
Ditulis Oleh : Unknown // 06.08
Kategori:
tempo doeloe
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 comments:
Posting Komentar